makalah pembuatan slime
MAKALAH
PROSES
PEMBUATAN SLIME SEBAGAI BAHAN PEMBERSIH DEBU
NAMA:PUJI
LESTARI
NO :25
KELAS:IX-A
SMP NEGERI 1 TAMBAKROMO
TAHUN PALAJARAN 2018/2019
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto :
1. Pengetahuan adalah
kekuatan.
2. Lebih baik mencobadaripada
tidak sama sekali.
3. Membaca adalah
sumber kehidupan.
4. Orang bekerja
untuk menyambung hidup, pelajar belajar untuk mendapat ilmu.
5. Mungkin orang
dapat lupa akan sesuatu, tetapi janganlah lupa akan jasa-jasa guru.
6. Hargailah karya
orang lain, karena dengan menghargai karya orang lain berarti menghargai diri
sendiri.
6. Kesuksesan belajar
bukan karena kecerdasan akan tetapi karena kesabaran, kemauan, kesungguhan hati
serta diiringi dua tangan yang tulus kepada Allah SWT.
Persembahan :
Karya tulis ini penulis persembahkan untuk :
* Kedua orang tua
kami yang telah mendukung baik materi maupun non materil, dan mengarahkan yang
terbaik untuk kami
* Guru
pembimbingyang selalu membimbing dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
* Teman – teman dan sahabat – sahabat kami yang
telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini dan memberi semangat sehingga
karya ilmiah ini dapat selesai.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esayang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
karya ilmiah remaja ini yang berjudul “SLIME SEBAGAI BAHAN PEMBERSIH DEBU”dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga karya ilmiah remaja ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca.
Dengan
adanya tugas ini semoga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, kami sadar, bahwa sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajarannya, penulisan karya ilmiah
ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan adanya
kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan
karya ilmiah yang lebih baik lagi dimasa yang akan
datang.
Dalam penyusunan karyailmiah ini penulis banyak mendapat
bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu Kepala SMPN 2
yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk membuat karya tulis
ilmiah ini.
2. Ibu Guru Selaku pembimbing dan seluruh dewan guru yang telah
banyak memberikan dukungan, bimbingan, arahan dan koreksi dalam pelaksanaan
penyusunan karya tulis ini.
3.Ibu dan Ayah tercinta yang telah memberikan doa dan
dukungan sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
4. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat
disebutkan satu persatu, sehingga penulis bisa menyelesaikan karya tulis ini.
Akhirnya, kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis serahkan
segalanya, seiring doa agar semua pihak yang telah membantu mendapatkan balasan
yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa dan penulis mengharapkan semoga karya
ilmiah ini bermanfaat dan menambahkan wawasan bagi kita semua.
22 Desember 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL................................................................................................
1
MOTTO DAN
PERSEMBAHAN.............................................................................
2
KATA PENGANTAR
.............................................................................................
3
DAFTAR ISI...........................................................................................................4.
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................5
1.1 Latar Belakang Masalah...............................................................................
5
1.2 Rumusan
Masalah........................................................................................6
1.3 Tujuan
Penelitian..........................................................................................6
1.4 Manfaat
Penelitian.......................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
............................................................. ………………6.
2.1 Kajian
Teori......................................................................................
………6.
2.2 Kerangka
Berfikir.......................................................................................10.
BAB III METEDOLOGI PENELITIAN......................................................................11
3.1 Tempat dan
Waktu.......................................................................................11
3.2 Teknik
Penelitian..........................................................................................11
BAB IV HASIL DAN
PEMBAHASAN.....................................................................12.
4.1 Hasil
Penelitian.............................................................................................12
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
........................................................................12
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................13.
5.1 Kesimpulan....................................................................................................13
5.2 Saran.............................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................13.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
Kegiatan membersihkan debu di rumah kadang tanpa akhir
karena begitu selesai dibersihkan, permukaan isi rumah segera ditempeli debu
lagi.Debu mengandung partikel-partikel kulit mati, serbuk tanaman kering,
sisa-sisa serangga mati, dan lain-lain.
Tapi bagaimanakah jika kita ingin membersihkan debu di selah
selah yang sempit seperti di selah keyboard komputer atau laptop? Pasti susah
jika kita memakai kemoceng atau pun kain lap. Walau terdengar simpel, cara
membersihkan keyboard laptop secara tepat penting diketahui karena apa pun bisa
terjadi ketika berurusan dengan peralatan elektronik. Sebagian besar di antara
kita jarang terpikir untuk membersihkan laptop, padahal hal ini seharusnya
dilakukan secara rutin.Setiap kali mengetik, jari-jari kita mentransfer noda
lemak dan kuman yang tidak kasatmata ke keyboard. Idealnya, Anda perlu
membersihkan laptop paling tidak seminggu sekali guna menjaganya selalu
higienis.
Tidak sulit sebenarnya membersihkan laptop, karena kini
sudah terdapat alternative pembersihnya, yaitu slime.Slime pertama kali
dipelajari pada awal abad 20 saat ilmu polimer sintetis ditetapkan, penerapan
polimer sintetis itu sudah sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari,
contoh dari polimer sintetis itu adalah PVC (pipa paralon, lem), Polietena
(kantong plastik), Polipropena (botol plastik), Nilon (tekstil), Teflon
(wajan), Poliester (ban mobil), dan sebagainya.
Pada tahun 1920, pemenang Nobel, Hermann Staudinger
menetapkan dasar dan pemahaman tentang ilmu polimer. Ia menyarankan model
molekul baru untuk polimer dimana molekulnya membentuk suatu rantai, bukan
berdiri sendiri seperti yang dikira orang-orang sebelumnya. Pada 1928, model
molekul tersebut akhirnya dikonfirmasi oleh dua orang ilmuwan Meyer dan
Mark.Mereka mempelajari terus mempelajari model molekul tersebut sehingga pada
akhirnya pada tahun 1930an, model molekul Staudinger diterima oleh masyarakat
dan mulai diterapkan, inilah masa penggunaan polimer sintetis dalam kehidupan
sehari-hari.
Banyak pabrik yang menjual mainan berbahan polimer seperti
Slime selama bertahun-tahun. Mainan tersebut tidak hanya diketahui sebagai
hiburan untuk anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga diketahui dapat membantu
mengembangkan ketangkasan dan kreatifitas. Awalnya mainan ini hanya berbentuk
seperti tanah liat yang dapat dibentuk. Bentuk dari mainan ini terus berubah
dan dimodifikasi seiring berjalannya waktu, seperti penemuan Silly Putty pada
tahun 1950an. Pada tahun 1980an, bermacam-macam mainan Slime mulai dipasarkan.
Slime tersebut dibuat dari bahan-bahan polimer sintetis seperti Polyvinyl
Alcohol (PVA, dapat ditemukan pada lem cair bening), Guar Gums (bubuk yang kaya
akan serat) dan sebagainya.Dengan Slime, barang-barang yang susah dijangkau
kemonceng bisa dibersihkan dengan mudah, karena slime itu sifatnya elastis bisa
menyesuaikan bentuk.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang
diatas, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
* Mengapa slime
dapat membersihkan debu?
* Apa saja alat
dan bahan untuk membuat slime?
* Bagaimana cara
membuat slime ?
* Apa saja
komponen yang terdapat dalam slime yang dapat membersihkan debu?
1.3 Tujuan
Penelitian
1.3.1 Tujuan
Umum
Untuk mengetahui mengapa slime dapat dijadikan sebagai
pembersih debu.
1.3.2 Tujuan
Khusus
a. Untuk
mengetahui cara membuat slime yang aman dan baik.
b. Untuk mengetahui
kandungan dan komponen yang terdapat dalam slime.
c. Untuk
mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk membuat slime.
1.4 Manfaat
Penelitian
* Dapat mencari
alternatif kemoceng serta kain lap sebagai pembersih debu.
* Dapat
membersihkan debu di selah selah yang sulit terjangkau dengan mudah.
* Dapat menambah
wawasan penulis dan pembaca tentang slime untuk pembersih debu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1
Pengertian Debu
Secara alamiah partikulat debu dapat dihasilkan dari debu
tanah kering yang terbawa oleh angin atau berasal dari muntahan letusan gunung
berapi. Pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung senyawa
karbon akan murni atau bercampur dengan
gas-gas organik seperti halnya penggunaan mesin disel yang tidak terpelihara
dengan baik.
Partikulat debu melayang (SPM) juga dihasilkan dari
pembakaran batu bara yang tidak sempurna sehingga terbentuk aerosol kompleks
dari butir-butiran tar. Dibandingkan dengan pembakaraan batu bara, pembakaran
minyak dan gas pada umunya menghasilkan SPM lebih sedikit. Kepadatan kendaraan
bermotor dapat menambah asap hitam pada total emisi partikulat debu.
Demikian juga pembakaran sampah domestik dan sampah
komersial bisa merupakan sumber SPM yang cukup penting.Berbagai proses industri
seperti proses penggilingan dan penyemprotan, dapat menyebabkan abu
berterbangan di udara, seperti yang juga dihasilkan oleh emisi kendaraan
bermotor.
1. Debu adalah
partikel padat yang dapat dihasilkan oleh manusia atau alam dan merupakan hasil
dari proses pemecahan suatu bahan.
2. Debu adalah
partikel-partikel zat padat yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan alami atau
mekanis seperti pengolahan, penghancuran, pelembutan, pengepakan yang cepat,
peledakan dan lain-lain dari bahan-bahan baik organik maupun anorganik.
2.1.2
Macam-macam dan Karakteristik Debu
A. Macam-Macam:
Secara garis besar debu dapat dibagi atas 4 macam yaitu:
1. Debu organik
adalah debu yang berasal dari makhluk hidup seperti debu kapur, debu
daun-daunan
2. Debu biologis
(virus, bakteri).
3. Debu mineral
merupakan unsur senyawa komplek seperti arang batu, SiO2, SiO3.
4. Debu
metal adalah debu yang di dalamnya
terkandung unsur-unsur logam (Pb, Hg, Cd, dan Arsen).
B. Sifat dan
karakteristik debu:
Debu memiliki karakter atau sifat yang berbeda-beda antara
lain:
· Debu fisik
(debu tanah, batu, dan mineral).
· Debu kimia
(debu organik dan anorganik).
2.1.3 Dampak
dari Debu
Partikel debu selain memiliki dampak terhadap kesehatan juga
dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut:
a) Gangguan
aestetik dan fisik seperti terganggunya pemandangan dan pelunturan warna
bangunan dan pengotoran.
b) Merusak
kehidupan tumbuhan yang terjadi akibat adanya penutupan pori pori tumbuhan
sehingga mengganggu jalannya fotosintesis.
c) Merubah
iklim global regional maupun internasional.
d) Menganggu
perhubungan/ penerbangan yang akhirnya menganggu kegiatan sosial ekonomi di
masyarakat.
e) Menganggu
kesehatan manusia seperti timbulnya iritasi pada mata, alergi, gangguan
pernafasan, dan kanker pada paru-paru. Efek debu terhadap kesehatan sangat
tergantung pada:
· Solubity
(mudah larut)
· Komposisi kimia
· Konsentrasi
debu
· Ukuran
partikel debu.
2.1.4 Slime
Slime itu adalah mainan unik yang terbuat dari pencampuran
lem (PVC dan PVA) dengan cairan borax (tenang, borax itu adalah zat yang sama
yang terdapat pada deterjen agan/sista dirumah).
Secara ilmiah, slime dikategorikan dalam cairan
non-newtonian. Cairan non-newtonian itu adalah sifat cairan yang tidak
mengikuti hukum Newton, dimana hukum Newton itu menyatakan bahwa tingkat
kekentalan cairan itu konstan dan tidak berubah, seperti air akan terus cair
dan encer mengikuti wadah dan menyesuaikan bentuk tak tergantung berapapun
tekanan yang diciptakan pada air tersebut. Nah beda dengan slime, cairan ini
tidak seperti air, tingkat kekentalannya akan berbeda tergantung tekanan yang
diberikan pada cairan ini, misal tekanannya rendah ia akan mengalir secara
perlahan, tapi jika tekanannya tinggi (dibanting, dirobek) ia akan menjadi
keras dan tidak cair.
2.1.5 Komponen
Slime
Komponen dasar slime adalah karet polisakarida guar atau
alkohol yang mengandung polimer (seperti polivinil alcohol), dan ditambah
dengan natrium tetraborat. Di Indonesia sendiri banyak yang bereksperimen untuk
membuat Slime menggunakan bahan polivinil asetat, yang biasanya ada di lem dan
ditambah dengan slime activator (bahan yang bisa digunakan untuk menggumpalkan
cairan slime). Ada banyak bahan yang bisa digunakan sebagai slime activator,
contohnya seperti borax bubuk, obat tetes mata, air softlens, beberapa jenis
deterjen cair, deterjen bubuk dan obat sariawan GOM. Hasilnyapun bermacam –
macam, ada yang hanya putih polos, ada juga yang berwarna bening, warna pelangi
dan masih banyak lagi. Berikut penjabarannya:
1. Polinivil
Alcohol
Poli (vinil alkohol) (PVOH, PVA, atau PVAl) merupakan
polimer sintetik yang larut dalam air. Memiliki rumus ideal [CH2CH (OH)]. Hal
ini digunakan dalam pembuatan kertas, tekstil, dan berbagai lapisan. Warnanya
putih (tidak berwarna) dan tidak berbau. Hal ini kadang-kadang diberikan
sebagai manik-manik atau sebagai solusi dalam air.
2. Natrium
Tetraborat (Boraks)
Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang mempunyai sifat dapat mengembangkan,
memberi efek kenyal, serta membunuh mikroba. Boraks sering digunakan oleh
produsen untuk dijadikan zat tambahan makanan (ZTM) pada bakso, tahu, mie
bihun, kerupuk, maupun lontong. Keberadaan boraks pada makanan tidak
ditoleransi(tidak boleh ada dalam kadar berapapun, red.) karena sangat
berbahaya bagi kesehatan, olehsebab itu penggunaan boraks dilarang (tidak ada
standar kadar boraks dalam makanan) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM).
3. Polivinil
asetat
Polivinil asetat (Bahasa Inggris: Polyvinyl acetate, PVA
atau PVAc) adalah suatu polimerkaret sintetis. Polivinil asetat dibuat dari
monomernya, vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Senyawa ini ditemukan di
Jerman oleh Dr. Flitz Klatte pada 1912. Hidrolisis sempurna atau sebagian dari
senyawa ini akan menghasilkan polivinil alkohol (PVOH). Rasio hasil hidrolisis
ini berkisar antara 87% - 99%. Adapun yang ini adalah yang itu (YIaYIu) dan
yang itu bukan yang manapun (YIBYMP).
PVA dijual dalam bentuk emulsi di air, sebagai bahan perekat
untuk bahan-bahan berpori, khususnya kayu. PVA adalah lem kayu yang paling
sering digunakan, baik sebagai "lem putih" atau "lem tukang
kayu" (lem kuning). "Lem kuning" tersebut juga digunakan secara
luas untuk mengelem bahan-bahan lain seperti kertas, kain, dan rokok. PVA juga
umum dipakai dalam percetakan buku karena fleksibilitasnya dan tidak bersifat
asam seperti banyak polimer lain. Lem Elmer adalah merk lem PVA terkenal di
Amerika Serikat.
PVA juga sering dijadikan kopolimer bersama akrilat (yang
lebih mahal), digunakan pada kertas dan cat. Kopolimer ini disebut vinil
akrilat. PVA juga bisa digunakan untuk melindungi keju dari jamur dan
kelembapan. PVA bereaksi perlahan dengan basa membentuk asam asetat sebagai
hasilhidrolisis. Senyawa boron seperti asam borat atau boraks akan terbentuk
sebagai endapan. Boraks inilah yang biasa digunakan untuk menggumpalkan cairan
slime.
2.1.6 Jenis
Jenis Slime
1. Original
Slime
Ini adalah slime umum atau yang biasa kita jumpai dipasaran
atau banyak orang yang membuatnya. Cirinya adalah kenyal dan memiliki warna
yang tidak transparan.
2. Barell O'
Slime
Nama yang bagus untuk slime yaitu barell o' slime, yaitu
slime yang di buat dengan warna hijau tapi masih mengedepankan sisi terang atau
transparan. Biasanya di buat dengan campuran clear glue yang merk pasarannya
yaitu o'glue dan diberi pewarna makanan yang cerah.
3. Clear slime
Slime ini warnya bening. Saya sangat menyukainya, karena
terkesan lebih bersih. Slime ini menggunakan bahan berupa clear glue atau lem
yang bening atau transparan, jadi tidak menutup kemungkinan hasilnya juga
sangat bening seperti kaca. Selain itu slime ini juga tidak di beri pewarna
apapun.
4. Gell slime
Sifatnya kenyal seperti jelly, karena dikasih beberapa bahan
seperti jelly tawar yang sebelumnya telah di panaskan terlebih dahulu lalu
dicampurkan bersama adonan slime yang akan dibuat. Lem yang di gunakan juga
masih menggunakan o' glue.
5. Milky slime
Dari nama dan gambarnya saja kita tau bahwa milky slime ini
merupakan slime yang memiliki warna layaknya susu. Ya benar, karena dalam
pembuatannya dikasih bubuk susu tawar, jangan yang manis karena akan
menimbulkan semut berdatangan. Selain white milk, Anda yang ingin memberi warna
pada slime ini maka bisa menggunakan bahan susu strawberry atau lainnya.
2.1.7 Manfaat
Slime
Kalau ditinjau dari segi fungsi, kegunaan slime tidak lain
dan tidak bukan sebagai alat permainan jari, atau melatih kelenturan otot-otot
jari. Slime bisa digunakan sebagai alat
untuk pembersih keyboard dan benda benda lainnya. Jika kamu yang punya jiwa seni slime bisa menjadi sebuah hasil karya yang
indah dan menawan sehingga bisa menjadi ladang bisnis. Kita tidak menjual
kegunaannya tetapi menjual keindahan dan nilai seni yang terkandung didalamnya.
2.2 Kerangka Berfikir
Polivinil asetat merupakan salah satu kandungan yang
terdapat dalam lem. Polivinil asetat merupakan perekat yang terdapat pada slime
dan memudahkan slime untuk mengangkat debu dan kotoran serta melewati selah
yang terpencil.
Natrium tetraborat (boraks) merupakan bahan yang memiliki
sifat dapat mengembangkan, memberi efek kenyal, serta membunuh mikroba. Boraks
inilah yang menyebabkan lem dapat menggumpal membentuk slime dan menjadikannya
kenyal.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
Percobaan ini dilaksanakan di rumah penulis yang dilakukan
sesuai dengan teknik – teknik penelitian. Waktu penelitian dilaksanakan dalam 1
hari. Dilaksanakannya percobaan ini pada tanggal 21 Desember 2016.
3.2 Teknik penelitian
a. Alat
- Wadah
- Pengaduk
b. Bahan
- Lem
- Air
- Sabun
- Insto/slime
act
- Pewarna
makanan
c. Cara Kerja
Adapun cara membuat slime yang aman dan mudah yakni sebagai
berikut :
1. Tuangkanlah
lem pada wadah, setelah anda menuangkan lem, masukkan air ke dalam wadah bersama lem lalu di aduk
hingga merata sampai merata keseluruh campuran.
2. Setelah
merata, masukkan pewarna makanan secukupnya dan aduk merata
3. Kemudian,
masukkan sabun hingga sedikit menggumpal
4. Masukkan
slime activator pada campuran lem povinal secukupnya. Sambil diaduk-aduk,
tuangkanlah sedikit demi sedikit slime activator hingga campurannya betul-betul
menggumpal dan menjadi seperti gel.
5. Slime sudah
jadi dan siap untuk membersihkan debu pada keyboard.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan didapati hasil pembersihan
debu dengan slime yang menggunakan boraks.
Jumlah kandungan boraks pada slime
Hasil
Sedikit
Debu yang melekat tidak ada
Sedang
Debu yang melekat banyak
Banyak
Debu yang melekat sedikit
4.2 Pembahasan Hasil
Penelitian
Pembersihan debu dilakukukan dengan berbagai cara yang
bertujuan untuk mengetahui cara membersihkan debu manggunakan bahan slime.
Pembersihan debu dilakukan selama kita membersihkan debu yang ada dengan
perbandingan banyak boraks pada slime, itu mempengaruhi dalam menyerap debu.
Berdasarkan hasil pembersihan debu menggunakan slime ini adalah slime yang
mengandung boraks tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak lebih baik
hasilnya daripada slime yang mengandung sedikit boraks maupun mengandung banyak
boraks. Hal ini menunjukkan bahwa boraks yang digunakan dalam slime itu sedang
– sedang saja maka proses pembersihan ini akan semakin bersih.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan peneliti
menyimpulkan bahwa slime dapat membersihkan bagian sela – sela kecil. Namun,
dengan jumlah boraks yang tidak terlalu banyak dapat membersihkan debu lebih
bersih dibandingkan dengan boraks yang banyak. Dengan adanya slime, kita dapat
mempermudah membersihkan bagian sela – sela dan tidak harus menggunakan
kemoceng.
5.2 Saran
Dari hasil penelitian dan pengamatan yang penulis peroleh
maka penulis memberikan saran supaya
Diharapkan setelah membaca karya ilmiah ini, para pembaca dapat
memacu kreativitas khususnya para anak – anak.
DAFTAR PUSTAKA
Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas
VII. Jakarta. Kemendikbud
Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas
VIII. Jakarta. Kemendikbud
Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas
IX. Jakarta. Kemendikbud
Komentar
Posting Komentar